Peran Bahasa Indonesia terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan

PENDAHULUAN

Bahasa menunjukkan bangsa. Ungkapan tersebut sudah tidak terdengar asing di telinga kita. Jati diri suatu bangsa dapat dilihat melalui bahasanya. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sangat bervariasi. Hal ini dikarenakan keragaman dialek dan kultur yang ada di Indonesia. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa yang terus berkembang dan memiliki variasi-variasi baru di kalangan pemakainya. Variasi bahasa Indonesia dapat berbeda-beda dalam setiap kalangan pengguna bahasa Indonesia itu sendiri. Variasi bahasa Indonesia ini menunjukkan bahwa bangsa ini juga sangat bervariasi.

Fungsi bahasa Indonesia pun sangat bervariasi. Selain menjadi bahasa komunikasi utama, bahasa Indonesia juga berfungsi untuk memajukan bidang pendidikan yang ada di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pendirian Pusat Bahasa di hampir setiap universitas, penyusunan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penyesuaian Ejaan yang Disempurnakan (EYD), Pedoman Umum Pembentukan Istilah, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

Berdasarkan fungsi tersebut, dapat dilihat bahwa bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam aspek pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

BAHASA DAN ILMU PENGETAHUAN

Tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa merupakan salah satu sarana utama dalam pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan. Bahasa Indonesia memiliki peran dalam pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan, karena bahasa Indonesia menjadi bahasa komunikasi di kalangan ilmuwan atau pakar ilmu pengetahuan. Seperti yang dikatakan Suwardjono (2008: 1), untuk tujuan pengembangan ilmu, bahasa menjadi sarana komunikasi oleh sesama ilmuwan atau pakar dalam bentuk buku atau karya tulis lainnya.

Sebagai warga asli Indonesia yang terlahir dengan bahasa Indonesia yang diwariskan oleh leluhur, kita cenderung untuk menerima apa yang kita dapat tanpa berusaha untuk memperkaya atau menambah pengetahuan kita tentang bahasa Indonesia. Kebanyakan dari masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, namun bukan sebagai bahasa komunikasi ilmiah, padahal ilmu pengetahuan di Indonesia berkembang  dengan sangat cepat. Perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat ini memaksa kita untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia dalam ruang lingkup ilmiah, untuk mencegah kita dari ketertinggalan. Hal ini didukung oleh pernyataan Suriasumantri (1999: 14) sebagai berikut:

“Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah sebab bahasa merupakan sarana komunikasi ilmiah yang pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosa kata yang baik, akan sukar bagi seorang ilmuwan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain. Dengan bahasa selaku alat komunikasi, kita bukan saja menyampaikan informasi tetapi juga argumentasi, di mana kejelasan kosa kata dan logika tata bahasa merupakan persyaratan utama.”

Menambahkan pernyataan Suriasumantri, tanpa penguasaan tata bahasa yang baik, akan sukar bagi seorang ilmuwan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain, begitu juga akan sukar bagi insan ilmu pengetahuan untuk mengerti apa yang disampaikan oleh ilmuwan dalam gagasannya. Oleh karena itu, baik ilmuwan atau insan ilmu pengetahuan harus dapat memahami kosa kata dan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam ruang lingkup ilmiah.

Suriasumantri menambahkan bahwa aspek penalaran bahasa Indonesia belum berkembang sepesat aspek kultural. Demikian juga, kemampuan berbahasa Indonesia untuk komunikasi ilmiah dirasakan sangat kurang apalagi dalam komunikasi tulisan. Oleh karena itu, peran lembaga atau pusat bahasa, terutama yang terdapat di universitas, sangat mempengaruhi perkembangan insan ilmu pengetahuan dalam mendalami bahasa Indonesia sebagai komunikasi ilmiah. Dengan demikian, lembaga atau pusat bahasa merupakan alat pengembangan bahasa Indonesia dalam komunikasi ilmiah para insan ilmu pengetahuan.

BAHASA INDONESIA DAN PENULISAN KARYA ILMIAH

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi ilmiah harus memperhatikan kosa kata dan tata bahasa yang baik dan benar. Tujuannya adalah agar baik ilmuwan atau insan ilmu pengetahuan dapat memahami pesan yang ingin disampaikan tanpa meninggalkan ambiguitas.

Banyak insan ilmu pengetahuan yang masih belum memahami bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi ilmiah dengan baik. Hal ini disebabkan karena bahasa Indonesia yang mereka dapat adalah bahasa Indonesia hasil pemberian generasi sebelum mereka, yang kebanyakan merupakan bahasa lisan, bukan tulisan. Dalam bidang keilmuan, bahasa Indonesia yang biasa digunakan adalah bahasa tulisan, di mana bentuknya sangat berbeda dengan bahasa lisan.

Dalam kajian linguistik di Indonesia, peran bahasa Indonesia tentu memiliki pengaruh yang sangat penting. Selain sebagai salah satu bahasa yang dikaji, bahasa Indonesia juga membantu penulisan karya ilmiah para ahli bahasa agar karyanya dapat dibaca dan dimengerti khalayak ramai.

Banyak ahli bahasa yang belum atau tidak terbiasa menulis karya ilmiah dalam bahasa Indonesia yang sesuai dengan tata bahasa dan kosa kata yang disempurnakan. Hal ini mungkin disebabkan karena bidang kajian utama mereka bukan bahasa Indonesia, melainkan bahasa asing. Karena mempelajari bahasa asing, mereka terbiasa menulis karya ilmiah dengan bahasa asing yang mereka pelajari, bukan dengan bahasa Indonesia. Padahal, penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dapat membantu mereka dalam menerjemahkan referensi dari dan/atau ke bahasa Indonesia. Kemudian, beberapa aturan dalam bahasa Indonesia kemungkinan berbeda dari beberapa bahasa asing. Apabila seorang ahli bahasa mengerti aturan-aturan dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing tersebut, dia akan dengan mudah membuat karya ilmiah dalam bentuk tulisan, bahkan mengadakan studi komparatif terhadap kedua bahasa tersebut.

KESIMPULAN

Bahasa dan ilmu pengetahuan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa sangat berpengaruh terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, terutama bahasa keilmuan yang merupakan bahasa baku yang memenuhi kaidah kebahasaan. Dalam ruang lingkup keilmuan di Indonesia, bahasa Indonesia yang merupakan bahasa pertama memiliki pengaruh sangat besar terhadap keberhasilan seorang ilmuwan dalam menyampaikan pesan atau gagasannya melalui tulisan.

DAFTAR PUSTAKA

Hartati, T. 2008. Peranan Bahasa dalam Penelitian di Perguruan Tinggi. Dalam Jurnal Pendidikan Dasar.

Salliyanti. 2005. Peranan Filsafat Bahasa dalam Pengembangan Ilmu Bahasa. Medan: Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara.

Suwardjono. 2008. Peran dan Martabat Bahasa Indonesia dalam Pengembangan Ilmu. Yogyakarta: Fakultas Ekonomika dan Busines Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *